Dok. Ilustrasi Letusan Gunung Tambora, dan Pariwisata Lereng Kaki Gunung Tambora
Judul :
"Dari Kawah Sejarah Menuju Kesejahteraan: Optimalkan Ekowisata Tambora, Guna Tercapainya Ekonomi Kreatif Masyarakat Lokal dan UMKM"
Penulis : M. Kadafi, S.M
Letusan Gunung Tambora 14 April 1815, merupakan bencana alam tunggal yang tidak hanya menghancurkan peradaban lokal di Pulau Sumbawa, tetapi juga memiliki konsekuensi iklim global yang signifikan. Erupsi Gunung Tambora berdampak perubahan iklim di seluruh dunia, meninggalkan sejarah yang mendunia.
Merujuk pada sejarah letusan Gunung Tambora Dunia telah mengetahui letak geografis Gunung Tambora, berangkat dari dorongan sejarah untuk Wilayah Geosite Kawasan Gunung Tambora Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat menjadi potensi besar dalam pengembangan Ekowisata Tambora demi terwujudnya Ekonomi Kreatif Desa berkelanjutan.
Secara perlahan lewat yang telah berkembang Taman Nasional Tambora terletak di Desa Kawinda To'i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, telah menarik pengunjung berbagai daerah bahkan negara lain, hanya saja sekarang masih banyak yang perlu di benahi dan dikembangkan terutama pada Penggerak UMKM sekitar Kawasan Taman Nasional Tambora.
Terlepas dari itu, masih banyak potensi Pariwisata di berbagai Desa yang ada di Lereng Kaki Gunung Tambora khususnya di Kecamatan Tambora yang terdapat Tujuh Desa (Oi Katupa, Kawinda To'i, Oi Panihi, Rasabou, Kawinda Na'e, Labuan Kananga, Oi Bura), berikut beberapa potensi Wisata diberbagai Desa antara lain:
- Desa Oi Katupa : memiliki keindahan pesisir pantai di hiasi tebing dan luasnya savana.
- Desa Kawinda To'i : Memiliki keindahan Air Terjun yang asri dan potensi investasi pengelolaan air minum kemasan Tambora.
- Desa Oi Panihi : Memiliki keindahan Savana Dorombolo disertai bukit menjulang dan Air Terjun bertingkat hingga Tujuh tingkat.
- Desa Rasabou : Memiliki keindahan pantai dan menjadi pusat pendidikan dari SD hingga SMK.
- Desa Kawinda Na'e : Memiliki keindahan Mata Air Ompu Ibu secara sejarah memiliki khasiat dapat mencerdaskan Anak-anak usia dini dan memiliki pusat wisata ikan hasil tangkapan nelayan.
- Desa Labuan Kananga : Memiiki keindahan Wisata Dam Air yang sudah berkembang namun masih dibutuhkan peningkatan lebih jauh, dan memiliki kawasan pesisir pantai dekat dengan pulau satonda tempat kunjungan para turis, serta pusat pemerintah Kecamatan Tambora.
- Desa Oi Bura : Memiliki keindahan hutan yang asri dan sejarah peninggalan Belanda seperti Gudang pengelola hasil Kopi Tambora, serta memiliki hasil galian benda-benda bersejarah.
Dari sekian banyak potensi Wisata di berbagai Desa tentunya ini menjadi peluang besar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengembangkan NTB Mendunia.



