DPMPDGubernur NTBKempoPemda DompuPemekaran DesaPemerintah Desa

Usul Pemekaran Desa, Pemuda Kempo: Kami Beri Nama Desa Kempo Madani

Sunday, February 21, 2021, February 21, 2021 WAT
Last Updated 2021-02-21T08:15:32Z

Cover Usulan Desa Persiapan, Kempo


Kempo, Dompu Siar - Sebagai upaya mempercepat pembangunan, memicu pertumbuhan ekonomi serta memperluas peluang lapangan kerja baru, pemekaran wilayah adalah salah satu langkah konkrit yang perlu dilakukan terutama oleh Pemerintah. 

Hal itu disampaikan oleh salah satu Tokoh Pemuda Desa Kempo, Ferriansyah Saputra, S.Pd., pada media ini sekaligus sebagai bentuk sosialisasi ingin dimekarkannya Desa Geografis Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, NTB, Sabtu (20/2/2021) sekira pukul 11.00 Wita.

"Ini cita-cita luhur kami. Rencana ini sebenarnya sudah lama. Mengingat Desa Kempo merupakan salah satu Desa dengan jumlah penduduk terbesar ke lima di Kabupaten Dompu," ungkapnya. 

Mengenai perencanaan administratif, Ferriansyah menuturkan, semua sudah dipersiapkan termasuk nama, letak, bahkan rencana kantor desa persiapan, sudah mereka siapkan.

"Kami beri nama, Desa Kempo Madani. Madani dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani dan memaknai kehidupannya," bebernya.

Lebih lanjut Ferriansyah menjelaskan, kata Madani itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya civil atau civilized (beradab). Desa Kempo Madani adalah desa persiapan pemekaran Desa Kempo. 

"Desa Kempo Madani memiliki luas wilayah 15.15 Km², jumlah penduduk 2.824 jiwa dan 764 Kepala Keluarga dengan 4 (empat) Dusun yang bergabung yaitu Dusun Padamara, Dusun Tolomboda, Dusun Oi Lanco dan Dusun Kalate," terangnya.

Lebih jauh menurut Ferriansyah, pemekaran Desa Kempo merupakan langkah tepat jika ingin mempercepat progress pembangunan baik pembangunan wilayah, pembangunan SDM dan bahkan pengelolaan sumber daya lain.

"Kalau desa ini sudah mekar, maka dengan sendirinya terbuka peluang kerja baru bagi teman-teman kita generasi muda. Itu baru dari sisi pemberdayaan SDM. Belum sektor lainnya," jelasnya. 

Pertimbangan lain, tokoh pemuda yang juga akrab di sapa Rio Revolusi ini sempat menyinggung persoalan adanya indikasi ketimpangan terkait Alokasi Anggaran DD/ADD yang menurutnya tidak lazim.

"Menurut saya, ini aneh. Masa anggaran untuk Desa Kempo yang luas dan jumlah penduduknya sebesar ini, hampir sama dengan anggaran untuk Desa Songgaja yang luasannya paling kecil itu. Mau bangun apa dengan anggaran segitu?" tandas Rio.

Adapun upaya terkait dengan implementasi pemekaran wilayah Desa Kempo, pihaknya mengaku kalau saat ini tengah dilakukan penggalangan bersama dengan warga. Mulai dari pembentukan panitia, penyusunan kabinet desa bayangan, mobilisasi dukungan, bahkan pengajuan sudah mereka lakukan. 

"Alhamdulillah, semua yang berkaitan dengan administrasi, lobi-lobi dan lainnya telah kami laksanakan bersama tokoh-tokoh dan tetua kami. Tinggal menunggu respon dari pihak-pihak terkait guna memenuhi tuntutan masyarakat, agar mempercepat proses pemekaran tersebut. Itu saja," jelas Rio. 

Menutup keterangannya, tokoh pemuda yang selalu aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi sosial kemasyarakatan ini berharap, dengan adanya niat baik warga semoga tidak menemui tantangan dan pantangan di kemudian hari.

"Kami tegaskan, khusus untuk diri saya pribadi, sedikitpun tidak terbesit dalam pikiran saya untuk mempolitisasi hajatan besar ini. Kita sama-sama berjuang dan berusaha agar masyarakat terutama di wilayah desa persiapan ini dapat lebih maju dan lebih baik ke depannya," pungkasnya. (Rif)

SepekanMore