Bantuan SosialDesa TekasireKebakaranManggelewaMusibahPeristiwaSosialita

Rumah Ludes Terbakar, Tersisa Hanya Baju Biru dan Sarung untuk Kakek Tukang Azan Di Manggelewa Ini

Sunday, August 22, 2021, August 22, 2021 WAT
Last Updated 2021-08-22T14:02:17Z
Rumah Ludes Terbakar, Tersisa Hanya Baju Biru dan Sarung untuk Kakek Tukang Azan
Di Manggelewa Ini


Manggelewa, Dompu Siar - Tampak tak ada yang istimewa dari sosok Ompu Bero, sapaan akrab kakek bernama lengkap Bari Abakar (79), di sisa usianya menghabiskan waktu lebih banyak di Masjid Raya Al Ikhlas, Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. 

Dari sejak 20 an puluhan tahun silam, ternyata keseharian suami dari Almarhumah Habibah ini, rupanya hanya sebagai petugas azan sekaligus pembersih di Masjid tersebut.

Namun, namanya juga musibah, datang pada siapa, kapan serta sebagaimana yang dikehendaki-Nya.

Nyatanya, rumah milik kakek malang yang dulunya pernah dibangun oleh Pemerintah Desa setempat, melalui Program Rumah Kumuh itu, dalam hitungan menit, sekejap mata, ludes, rata dengan tanah, Minggu (22/8/2021) sekira pukul 05.15 Wita. 

Bersama dengan Kepala Desa Tekasire, Yan Sofian Herali ditemani Ketua Lembaga Sosial Masyarakat, Legalitas NTB, Sahidah, S.Pd., awak media ini, datang menjenguk kakek tua yang tinggal sebatang kara di rumah nahas tersebut.

"Ceritanya, tadi saya lagi panasin air mau bikin kopi," ujar Ompu Bero mengawali keterangannya saat diwawancara, siang sekira pukul 14.44 Wita, di lokasi.

Sesaat kemudian, kata Ompu Bero, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 04.45, artinya waktunya untuk bergegas ke masjid, untuk persiapan (Azan) sekaligus menunaikan ibadah shalat subuh.

"Saat saya sedang iqomat, tiba-tiba saya dengar ada orang teriak kebakaran rumah," tutur Ompu Bero.

Kemudian, lanjut Ompu Bero, dirinya shalat dengan beberapa jema'ah yang ada, seperti biasa, berlanjut hingga melakukan dzikir bersama.

"Ketika saya pulang, tiba-tiba saya disambut peluk oleh anak-anak saya (baca: tetangga), sambil menangis," imbuhnya.

Ompu Bero pun kaget, dalam kondisi lemas, dengan isakan tangis, "ti ra kawaraku toho wiiku oi akan de anae, huru hara lao aka sigi (lupa, saya panasin air untuk kopi tadi nak, buru-buru pergi ke masjid)," kilas Ompu Bero dengan cucuran air mata dan penyesalan.

Pantauan awak media ini, langsung di lokasi, menyaksikan kondisi rumah, miris, rumah rata dengan tanah.

Lebih miris lagi, harta yang tersisa milik Ompu Bero tinggal sehelai baju biru dan sarung serta peci yang ia kenakan saat ke masjid.

Dari kanan, tetangga korban, korban, legalitas NTB, Kades Tekasire, (Foto: Tim Dompu Siar)

Sementara itu, Kades Tekasire, Yan Sofian Herali, pada awak media mengungkapkan, tidak hanya rumah yang ludes tersambar api.

"Ada juga jompa (berugak tua, pen) tempat Ompu Bero menyimpan satu karung beras, juga ludes terbakar," ungkap Kades.

Lanjut Kades, belum lagi, uang sebesar 1 juta hasil tabungan selama ditinggal Almarhum Istrinya 4 (empat) tahun silam juga ikut dilahap api.

"Tidak ada yang tersisa, kecuali runtuhan tembok rumah, arang, dan asap seperti yang kita lihat ini," kata Kades.

Pada kesempatan yang sama, Sahidah, S.Pd., kordinator LSM Legalitas NTB, yang turut menyambangi juga mengaku prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa kakek kelahiran tahun 1942 tersebut.

"Kasihan si kakek, tinggal sendiri seperti ini, kasihan sekali. Tak bisa dibayangkan, jika kakek tidak keluar dari rumah menuju ke masjid, tanpa anak-anak se rumah dengannya," tutur Sahidah.

Untuk itu, sambungnya, ia akan berkoordinasi dengan teman-teman se organisasi untuk menggalang dana, membantu memulihkan kondisi sang kakek.

"Kami akan coba membantu sebisa kami, dan insyaAllaah, sehabis ini kami akan datang lagi bareng teman-teman lainnya untuk mengunjungi kakek ini," pungkas Sahidah. (Far)

SepekanMore