DompuKekerasan AnakPeristiwaSosialita

Kisah Bocah 'Hilang' saat Mandi di Sungai di Kandai I, Ini Tanggapan Kasat Reskrim Polres Dompu

Friday, October 22, 2021, October 22, 2021 WAT
Last Updated 2021-10-22T07:56:21Z
Fariatul (3) bersama ayahnya, di ruang Pidum, Polres Dompu, (Foto: Ma)



Dompu, Dompu Siar - Fariatul (3) putri semata wayang dari Supianto alias Papi dan Nurdiana Febrianti, sempat dinyatakan hilang bahkan diduga nyaris diboyong oleh orang tidak dikenal, Kamis (21/10/2021) sekira pukul 12.30 Wita.


Hal itu diperkuat oleh pengakuan Filla (9) dan Alfudin (3), dua putra kesayangan dari Zulkifli dan Asni, yang mengaku sempat dipanggil oleh orang tidak dikenal untuk menjemput anak perempuan mungil itu.


Kisah Dugaan bocah hilang nyaris di culik ini berawal dari pengakuan ibu Rohani, yang merasa ada yang aneh ketika pertama kali mendapati ketiga bocah mungil ini mandi di seberang sungai.


Saat itu, pada awak media Rohani mengaku sedang mencuci pakaian bersama tetangganya, Ma'ani di tepi sungai Sori Mboha, jarak sekitar 300 meter dari rumah mereka, di Lingkungan Sambitangga, Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.


Di saat yang sama, Rohani melihat ada tiga orang bocah, yakni Fariatul, Alfudin dan Filla sedang mandi tidak jauh dari tempat keduanya mencuci pakaian.


Sesaat kemudian, ketika sedang asyik mencuci, tatapan Rohani kembali tertuju pada ketiga bocah, dan mendapati, salah satu dari mereka, yakni Fariatul, tidak tampak di antara mereka.


Sontak ia bangun dari cuciannya dan dalam keadaan deg-degan, ia bertanya pada Fila dan Al (Alfudin), "mana anak kecil tadi?", spontan kedua anak laki itu menjawab, "udah di bawa sama orang," sahutnya.


Lebih lanjut, seketika itu pula, Rohani berteriak memanggil warga untuk datang membantu mencari anak perempuan belia itu.


Dengan dibantu oleh beberapa orang warga untuk melakukan pencarian, tidak lama kemudian, Fariatul ditemukan sedang menangis di atas talut di seberang sungai (masuk wilayah Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu).


Fariatul pun lantas diboyong ke rumahnya, lalu diserahkan ke ibunya, sembari melaporkan kalau anaknya, diduga nyaris dibawa oleh orang tidak dikenal.


"Saat itu saya sedang melipat pakaian di rumah," tutur Nurdiana ditemui awak media ketika melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Dompu, Kamis (21/10/2021) sore.


Nurdiana waktu itu, ketika diberitahu oleh Rohani terkait kejadian yang menimpa anaknya, Nurdiana mengaku kaget sembari menggendong anaknya yang mana baju si anak malang itu, sudah dalam keadaan basah kuyup.


Saat diintrogasi oleh ibunya, sang anak dengan begitu polos mengaku, bahwa ada orang yang memberinya beberapa barang mainan termasuk uang.


"Ada boneka barbie dan beberapa lembar uang ke anak saya, anak saya dan keponakan saya sendiri yang cerita," jelas IRT yang juga istri dari salah satu wartawan Media Online Suara Semesta, Supianto alias Papi tersebut, mengutip pengakuan anaknya.


Kondisi semakin menegangkan ketika Fila dan Al juga mengaku kalau mereka sempat dipanggil oleh orang tersebut, saat keduanya ditanya oleh Nurdiana.


"Saya dipanggil oleh orang itu, untuk menjemput Fariatul, - ee mai weha arimu ke-, (Hei, sini, ambil adikmu)," ujar Fila tanpa gagap sedikitpun pada awak media.


Lanjut Fila, ia menolak panggilan itu meskipun sempat ditawarkan juga jajan dan beberapa lembar duit.


"Saya juga mau dikasih jajan dan uang segini," beber Fila sembari meniru gaya orang tidak dikenal tersebut.


Dari keterangan anak dan ponakannya, Nurdiana merasa khawatir jangan-jangan benar ada orang yang mencoba menculik anaknya dan dua keponakannya.


Untuk memastikan hal tersebut, Nurdiana lantas menghadap bagian Pidum Satreskrim Polres Dompu, dan melaporkan secara resmi apa yang dialami oleh anak dan keponakannya, Kamis (21/10/2021)


Bagaimana Tanggapan Kasat?


Sementara di waktu dan ruang yang sama, Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Adhar, S.Sos., menyampaikan, memang akhir-akhir ini isu adanya penculikan anak di Kabupaten Dompu cukup santer dikabarkan dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial. 


Kasat Reskrim Polres Dompu, Iptu Adhar, S.Sos


"Hal itu tentu saja sangat meresahkan," kata Kasat saat mengkonfirmasi laporan Nurdiana sekaligus menegaskan bahwa isu penculikan anak itu hoax alias tidak benar. 


Akan tetapi, terkait laporan dari Nurdiana ini, pihaknya memastikan akan ditindaklanjuti dengan mendalami dan melakukan penyelidikan di sekitar lokasi.


Perlu diketahui, sambung Kasat, bahwa isu penculikan anak dapat berakibat fatal, manakala orang yang tidak tahu apa-apa bisa menjadi sasaran amukan massa akibat dituduh sebagai penculik anak.


"Jangan mainkan isu penculikan anak, Bahaya itu nanti orang yang tidak tau hal jadi sasaran," imbuh Kasat tegas pada awak media ini.


Kasat mengisahkan, bahwa pernah dulu, di tahun 2000-2001, sampai ada sekitar kasus 5 (lima) orang sampai dibakar lantaran issue tidak jelas seperti ini. 


Mengingat issue seperti ini sangat sensitif, Kasat mengingatkan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan adanya kabar angin yang tidak jelas kebenarannya.


"Terutama terkait isu penculikan anak itu," pungkas Kasat. (Ma)

SepekanMore