Anak di Bawah UmurDesa Oi TuiKabar Bima TerkiniKepala DesaPencabulanPolres Bima

Berbuat Hal Tak Senonoh, Oknum Kepala Desa di Bima Ditahan Polisi

Monday, February 21, 2022, February 21, 2022 WAT
Last Updated 2022-02-21T11:31:32Z
Oknum Kades, Saat Diperiksa Penyidik (Foto: Ist)


Kota Bima, Dompu Siar (21/2) – Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan setubuhi gadis di bawah umur, SDM alias One (45) oknum pejabat Kepala Desa Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima, mulai nginap di Sel Tahanan Polres Bima Kota.


Keputusan ditahannya, SDM alias One oknum Kades Oi Tui, diambil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bima Kota.


“Setelah ditetapkan sebagai tersangka, SDM alias One oknum Kades Oi Tui, kami tahan, sejak Jum’at kemarin,”jelas Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP, Sabtu (20/2) pagi ini.


Tentu penahanan tersangka, kata Rayendra, demi memudahkan proses penyidikan dan proses lain dalam kasus ini, hingga saatnya dilimpahkan berkasnya pada Kejaksaan.


“Jum’at kemarin kami lanjutkan pemeriksaan pada oknum kades itu, tentunya dalam kapasitas sebagai tersangka, “jelas Rayendra.


Sebelumnya diberitakan, terkuaknya dugaan persetubuhan anak dibawah umur ini,  melalui hasil chatingan pada massanger antara korban dengan oknum Kades tersebut.


Chatingan keduanya tersebut berisikan perbincangan yang dinilai tak wajar. Celakanya, hasil chatingan keduanya itu beredar luas pada WhatsApp Group (WAG) yang diduga dilakukan oleh seseorang yang hingga detik ini masih ditelusuri oleh Polisi.


Korban diduga disetubuhi oleh oknum Kades tersebut sejak Oktober 2021, sebanyak dua kali diperlakukan secara tak senonoh oleh oknum Kades tersebut pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama. Selanjutnya, dugaan perbuatan tak senonoh itu disinyalir dilakukan secara terus-menerus denga TKP yang berbeda-beda.


Kedua orang tua orang tua korban yang  mengetahui masalah yang menimpa anaknya, merasa terpukul dan melaporkan kejadian memalukan ini


Kedua orang tua orang telah melaporkan secara resmi kasus ini kepada pihak Sat Reskrim Polres Bima Kota melalui Unit PPA pada Rabu (12/1).


“Kami sudah melaporkan kasus ini secara resmi. Tak ada kata damai, kecuali kasus ini harus dituntaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,”pastinya.


Secara terpisah Kapolres Bima Kota, AKBP henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Muhamad Rayendra pada wartawan, membenarkan bahwa kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban kepada pihaknya pada Rabu (13/1) pekan ini. (Tim)

SepekanMore