BudayaInspirasiKiriman PembacaMahasiswa

Muma Dena: Lahir dari Rahim Organisasi itu Luar Biasa

Saturday, April 9, 2022, April 09, 2022 WAT
Last Updated 2022-04-10T03:03:13Z
Muma Dena, saat memberi sambutan di acara pentas budaya bersama IMKOBI, Mataram


Oleh: Zaiman Uba Leu

Judul Asli : Mahasiswa dan Budaya, Akan Lestari

Dompu Siar - Mahasiswa dan Budaya tak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang akan mewarisi kebudayaan yang telah diturunkan oleh nenek moyang pada suatu suku tersebut. 


Maka dengannya tugas mahasiswa atau pemuda adalah melestarikannya.


“Kalau pemuda ikut andil dalam pelestarian dan akulturasi budaya, maka Budaya akan menjadi aset berharga untuk daerah kita”, kata Dr. Syamsuriansyah,MM.,M,Kes saat memberikan wejangan budaya pada acara pentas budaya Ikatan Mahasiswa Kota Bima (IMKOBI) Mataram di Taman Budaya NTB, Sabtu, 09/04/22


Dr. Syamsuriansyah mengatakan bahwa tugas pemuda hari ini selain menyambut peradaban untuk hari besok yang unggul dan cemerlang, pemuda juga harus tetap melestarikan budaya lalu menggelar dan mengadakan diskusi kebudayaan. Sehingga nantinya, akan lahir budayawan-budayawan hebat. 


“Wejangan tentang Agama, dunia, negara dan daerah itu tetap ada, dan begitu pula dengan wejangan budaya”, ujar pria yang akrab disapa Muma Dena ini


Selain itu, Muma Dena juga berharap sebagai pribadi yang dilahirkan dari rahim paguyuban, agar paguyuban yang ada di Mataram senantiasa melakukan kaderisasi yang membangun pikiran dan mental yang kuat dalam rangka menghadapi gejolak zaman dan era-era baru di masa yang akan datang


“Lahir dari rahim organisasi paguyuban lalu menjadi tokoh nasional itu sungguh luar biasa”, tegas Muma Dena 


Di akhir Sambutannya, Pria yang juga menjabat Direktur Politeknik Medica Farma Husada Mataram ini juga mengajak adik-adik Ikatan Mahasiswa Kota Bima (IMKOBI Mataram) untuk tetap semangat melakukan giat-giat kebudayaan, dan atas inisiasi kegiatan positif ini berharap Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima dapat mengapresiasi hal baik ini.


“Kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikan budaya kita, maka hajat baik ini adalah kebanggaan bersama bagi kita warga Bima-Dompu yang ada di Mataram”, tutupnya. (UL))

SepekanMore