HeadlineKriminalMedia OnlineMio-IndonesiaNasionalPembunuhanPenembakan

MIO Bima, NTB, Dukung Polri Usut Kasus Penembakan Wartawan Di Pematang Siantar, SUMUT

Sunday, June 20, 2021, June 20, 2021 WAT
Last Updated 2021-06-20T10:59:58Z
Sosok Mara Salim Harahap, Media Lasernews.Today.com, Sumut


Bima, Dompu Siar - Seluruh insan pers yang tergabung dalam Organisasi Jurnalistik Media Independen Online (MIO) Cabang Bima, NTB, mengecam keras, aksi penembakan hingga tewas, terhadap wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi salah satu media online di, Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan melalui Pimpinan MIO-Bima, Muhtar dalam keterangannya mengemukakan, pihaknya dan seluruh anggota mengecam tindakan brutal yang ditujukan pada korban sekaligus mendukung Polri dalam hal ini Polda Sumatera Utara, agar mengusut tuntas kasus tersebut.

Mengingat, kata Muhtar, instruksi Kapolri agar jajarannya memberantas tindakan pungli dan premanisme.

"Ini tidak sesuai semangat Kapolri, dalam pemberantasan Premanisme dan Pungli, Jika kasus pembunuhan wartawan Marshal itu tidak mampu diungkap motifnya, maka sebaiknya Kapolri cabut atau ralat kembali komitmen itu," tegas Pria yang akrab disapa Bang Habe tersebut, Minggu (20/6/2021) sore waktu setempat.

DPD MIO, Bima, Nusa Tenggara Barat ditegaskan olehnya, mendesak Kapolri untuk segera menangkap pelaku pembunuhan wartawan online di Pematang Siantar, Mara Salim Harahap atau sapaan akrabnya Marshal oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Jumat 18 Juni 2021 saat korban sedang berkendara. 

"Polri segera tangkap pelaku OTK dan ungkap motifnya, jika aksi premanisme diberangus ke akar- akarnya  sebagaimana statemen Kapolri sebelum tewasnya wartawan itu," tegas Ketua Bima Mio kelahiran 1979 itu kepada awak media ini.

Habe menuturkan, pembunuhan terhadap wartawan itu kuat diduga ada kaitan erat dengan pelaksanaan jurnalistiknya, dan pelaku OTK kuat diduga suruhan majikan, bos, atau sejenisnya, sehingga Polri harus sesegera mungkin menangkap pelaku.

"Kami kuat menduganya Marshal dibunuh lantaran pemberitaan yang disajikan lewat perusahan medianya yang dinilai oleh pihak OTK merugikan harkat, martabat, pangkat, jabatan, dan bahkan kedudukannya," tandasnya.

Lanjutnya, juga di dalam proses pengungkapan motif pembunuhan wartawan yang dikenal independen, profesional, kritis, dan konstruktif itu agar tidak setengah hati.

"Ungkap secara terang benderang sebagaimana sejatinya komitmen negara dalam memberangus suatu kejahatan, apalagi wartawan terbunuh luka tembak," jelasnya.

Ia meminta kepada Kapolri, jika tidak ingin cabut, instruksi tersebut ralat saja.

"Ikhtiar memberangus aksi premanisme, dan untuk apa digaungkan lagi. Dan biarkan pelaku kejahatan kembali menyusun strateginya untuk mencari mangsanya wartawan lagi, demi target majikan atau bosnya terlaksana," ujar Habe.

Meski demikian, sambung dia, kepada wartawan media member Mio khusus Mio Kabupaten Bima agar tetap hati-hati dan selalu waspada dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

Insan Pers, MIO Bima, NTB


"Kepada teman-reman, harap memastikan situasinya aman dan menjamin keselamatan diri dalam peliputan beritanya," terangnya.

Lainnya, perlunya teman-teman pers, patuh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), kiranya ada hal mencurigakan mengancam keselamatan diri, hindari secepatnya sembari berkoordinasi dengan teman sesama profesi dan kepolisian.

"Kalau situasi tidak memungkinkan, jangan memaksakan. Peduli akan keselamatan jauh lebih penting, dan jika sudah tidak ada jalan lain, maka lakukan bela diri sembari berikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT," pungkas Habe.

SepekanMore