HukumKriminalPelajarPemerintah PusatPolres BimaPolsek Bolo

Parah, 5 Pelajar di Bima Nekad Berbuat Tak Senonoh di Ruangan Sekolah

Monday, September 13, 2021, September 13, 2021 WAT
Last Updated 2021-09-13T19:21:47Z
Foto: Ilustrasi, Oke Zone


Bima, Dompu Siar - Malang nasib bunga (bukan nama asli) diduga menjadi korban perbuatan tak senonoh dari 5 (lima) orang remaja usia pelajar masing-masing, AG (15), MH (15), MA (15), BE (15), dan AR (15) di ruangan salah satu sekolah di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Mirisnya, kejadian memilukan itu bermula ketika korban diajak oleh pacarnya yang dengan tega membiarkan bunga disetubuhi oleh 4 (empat) orang temannya dan juga oleh dirinya sendiri.

Kasatreskrim Polres Bima, Iptu Adhar, S.Sos., dalam keterangannya pada awak media menyebutkan, bahwa insiden pemerkosaan itu terjadi pada Sabtu (11/9/2021) sekira pukul 20.28 Wita.

"Kelima terduga pelaku merupakan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, yang mana empat orang status pelajar dan salah satunya kekasih korban," ungkapnya.

Lanjutnya, rupanya pelaku inisial AG diketahui punya hubungan spesial (pacaran) dengan korban. 

"Sedangkan empat terduga pelaku lain adalah MH, MA, BE dan AR adalah teman dari kekasihnya AG itu," beber Adhar, Senin (13/9/2021).

Lebih lanjut, kata Kasat, kasus tersebut terungkap setelah korban datang melapor ke Mapolsek Bolo pada Ahad (12/9), sekitar pukul 14.30 Wita.

"Pasca mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bolo perintahkan anggota untuk mengamankan para terduga pelaku," jelasnya.

Kasat juga membeberkan mengenai kronologis tindakan tidak senonoh para pelajar itu, bermula ketika korban dihubungi oleh AG, kekasihnya melalui jejaring Whatsapp. 

"Katanya mau mengajak korban jalan-jalan," beber Kasat.

Namun, karena diajak oleh sang kekasih, ujar Kasat, korban meminta dijemput dengan menggunakan sepeda motor di depan Masjid Al Mujahidin Desa Tumpu. 

"Setelah itu, pasangan kekasih tersebut berboncengan menuju Desa Tambe, tiba di sebuah sekolah, korban berontak ingin pulang karena sepi dan gelap," imbuh Kasat.

Masih keterangan Kasat, saat itu korban meminta pulang, tapi kata kekasihnya harus layani dulu nafsunya, jika tidak, maka jangan harap boleh pulang.

Tak lama kemudian, papar Adhar, AG tiba-tiba beranjak akan beli rokok, sekaligus menyuruh terduga pelaku lain MH duduk dengan korban. 

"Setelah AG pergi beli rokok, MH menarik baju korban agar masuk di ruangan kelas di sebuah sekolah itu," tandasnya.

Setelah berhasil membawa masuk korban, lanjutnya lagi, MH melakukan aksi bejadnya, kemudian datang AG dan lainnya, langsung melakukan hal yang sama, secara bergiliran.

"Saat aksi, AG kekasihnya juga ikut terlibat, datang disusul BE menarik baju korban sekaligus melakukan perbuatan keji terhadap pelajar asal Desa Tumpu itu," urai Kasat mengutip keterangan korban. 

Tidak berhenti di situ, di waktu yang bersamaan, datang AR dengan sebilah pisau dan mengancam korban untuk menyerahkan mahkotanya.

“Setelah empat terduga pelaku melampiaskan nafsunya, datang salah satu pelaku mengaku telah mengambil video adegan sebelumnya dan meminta jatah agar tidak disebarkan video tersebut,” ungkap Kasat.

Usai mendapat perlakuan tak senonoh itu, korban langsung kabur dan lari keluar dari halaman sekolah itu. Setelah itu meminta karyawan Alfamart di desa setempat mengantar pulang ke rumahnya.

"Selain karyawan Alfamart, ada dua pemuda setempat yang ikut kawal membawa korban ke rumahnya," tambah Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima terduga pelaku sudah digiring ke Mapolres Kabupaten Bima untuk proses lebih lanjut. 

"Saat ini para terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres," pungkas Adhar. (Tim)

SepekanMore