Berburu PorangManggelewaTanaman Porang

Medan Sulit 4 Warga Ini Hanya Sanggup Bawa Pulang Sedikit Porang dan Kunyit Liar

Thursday, January 14, 2021, January 14, 2021 WAT
Last Updated 2021-01-15T08:38:39Z
Berburu Porang, (15/1). Foto: Ist


Manggelewa, Dompu Siar -
Tidak cukup hanya bermodalkan semangat dan rasa penasaran, untuk membawa pulang tanaman porang dan kunyit yang banyak, perlu persiapan matang. 

Demikian pengakuan 4 (empat) warga Desa Soriutu saat membawa pulang bibit porang yang mereka ambil di salah satu gunung di sekitar Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, Rabu (13/1/2021) lalu.

"Porang-porang itu ada yang tumbuh di sepanjang sungai yang kami lalui itu. Ada juga di lokasi yang di sana justru lebih banyak. Belum lagi di sana juga tumbuh banyak tanaman kunyit. Ada banyaklah, ribuan pokoknya," ungkap Ipul, salah satu warga yang menemukan lokasi keberadaan porang liar tersebut.

Mereka juga mengaku hanya sanggup membawa ratusan tanaman porang dan kunyit mengingat medan yang sulit dengan persiapan seadanya.

"Awalnya tujuan kami pergi ke sana, sekedar ingin memastikan saja. Sejak orang banyak membicarakan porang, saya jadi teringat setahun yang lalu. Saya sempat memetik buah 'maja' (baca: porang karena saya pikir jarang ada tanaman seperti ini bisa berbuah. Saya tidak tahu kalau buah ini banyak dicari orang saat ini. Akhirnya saya ajak beberapa warga untuk berangkat ke lokasi. Ternyata benar! Porangnya ada, bahkan banyak," kisahnya.

Karena sebelumnya mereka hanya membawa sedikit, mereka juga berencana akan berangkat lagi. Mengingat target mereka bukan lagi hanya porang, tetapi juga kunyit yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Porang dan Kunyit itu mau diapakan?

Sejak viralnya tanaman benama ilmiah Amorphophallus Muelleri itu rencananya akan ditanam disela tanaman jagung. Mereka berniat ingin memperbanyak bibitnya dulu. Belum berpikir untuk dikomersilkan atau dijual.

"Kami mau tanam bersamaan dengan jagung di lahan. Kunyit juga. Kami masih penasaran dengan jahe. Katanya jahe merah itu mahal harganya. Lokasinya berbeda dari porang dan kunyit ini," lanjut Ipul.

Sementara sisa ketersediaan tanaman porang dan kunyit yang belum sempat dibawa pulang, mereka akan berangkat lagi ke lokasi untuk mengambilnya.

"Lumayan itu buat bibit. Kalau kunyit itu bisa langsung dijual karena terlalh banyak. Kami sedang membicarakan kepada yang lain, terutama yang kemarin belum sempat ikut. Mereka antusias untuk ikut bersama kami," tutup Ipul. (DS-SY)

Sebelumnya >> 4 Warga Soriutu Klaim Temukan Ribuan Tanaman Porang dan Kunyit Liar Di Satu Lokasi.

Tonton Video Berikut!



SepekanMore