Hari Pers NasionalInsan PersKapolriMabes PolriNasional

Pesan Penting Mabes Polri Di Hari Pers Nasional Untuk Insan Pers Tanah Air

Tuesday, February 9, 2021, February 09, 2021 WAT
Last Updated 2021-02-09T09:59:10Z
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo


Nasional, Dompu Siar - Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Desember merupakan hari yang penuh makna dan pesan-pesan dedikasi. Terutama bagi insan tanah air.

Di hari yang penting ini sebagai mitra pengawal insan pers, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut memberikan atensi kepada Pers. Di mana keberadaan teman-teman pers sejatinya merupakan pilar keempat demokrasi untuk terus mencerahkan masyarakat Indonesia dalam memberikan informasi.

"Saya Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengucapkan selamat Hari Pers Nasional tahun 2021. Semoga Pers senantiasa menjadi garda terdepan dalam mencerahkan masyarakat sebagai pilar keempat Demokrasi," kata Sigit dalam tayangan video ucapan Hari Pers Nasional. 

Sigit juga berharap kepada Pers atau insan media untuk ikut membantu menangkal serta memerangi penyebaran hoax yang dapat memecah belah bangsa dan negara. 

"Serta membantu Polri dalam menangkal timbulnya hoax dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar mantan Kabareskrim Polri itu. 

Dengan munculnya semangat yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI itu, Sigit menekankan, hal itu dapat semakin memperkuat kebhinekaan yang ada di Indonesia.

"Sehingga turut membangkitkan semangat kebhinekaan yang mendorong produktivitas dan optimistis bangsa," ucap Sigit. 

Hari Pers Nasional diperingati tanggal 9 Februari tiap tahunnya. Pada tahun ini tema yang diangkat "Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan dan Pemulihan Ekonomi". 

Hari Pers Nasional digelar secara virtual lantaran dilakukan di tengah Pandemi Covid-19 atau virus corona. 

Meski digelar secara virtual, semangat Hari Pers Nasional pun tak ikut luntur. Pasalnya, kegiatan tetap dilakukan. Tak hanya itu, sejumlah pejabat negara ikut terlibat, salah satunya adalah Presiden Indonesia Joko Widodo beserta jajarannya. (ds-ma)

SepekanMore