KeracunanLintas NTBPeristiwaTempe Goreng

Usai Makan Tempe Goreng Campur Sambal, 20 an Murid MI Al Basiah Keracunan

Wednesday, October 20, 2021, October 20, 2021 WAT
Last Updated 2021-10-20T15:02:02Z
Para Korban menjalani perawatan intensif di Puskesmas Mangkung, Loteng.
(Foto: Ist/Tim)


Lintas NTB, Dompu Siar - Tidak kurang dari 20 murid MI Al Basiah, Dusun Rembitan, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat mengalami keracunan makanan, usai mencicipi tempe goreng, pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021 sekitar pukul 10.00 Wita


Dilansir dari Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Susan V Sualang, bahwa Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Praya Barat AKP Heri Indrayanto, SH, pada awak media membenarkan peristiwa tersebut.


Kapolsek menjelaskan, asal mula kejadiannya, bahwa sebelumnya pada jam istirahat siswa siswi MI AL Basiah berbelanja membeli gorengan tempe ditambah saos sambal.


"Penjualnya, diketahui bernama, Maini Alias Inaq Sapoan di halaman sekolah," ungkap Kapolsek.


Kemudian, lanjutnya, selang 15 menit kemudian, para murid tersebut merasakan gejala mual, muntah-muntah dan Pusing.


"Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikannya ke Puskesmas Mangkung untuk mendapatkan perawatan medis," sambung kapolsek.


Lebih lanjut, dugaan saat ini, para korban keracunan makanan setelah memakan gorengan tempe saos sambal yang sebelumnya dibeli dan dimakan.


Kapolsek juga mengungkap inisial para korban antara lain, TL, Perempuan, umur 14 tahun, F Perempuan Umur 11 tahun, P Perempuan umur 11 tahun, L Perempuan umur 11 tahun, E Perempuan umur 15 tahun, R Perempuan umur 5 tahun.


Di samping mereka, ada juga yang keracunan yakni, DR Perempuan umur 11 tahun, H Perempuan umur 15 tahun, MS Perempuan umur 13 tahun, NH Perempuan umur,13 Tahun, AY Perempuan umur 12 tahun, A Perempuan umur 11 tahun, P Laki laki 12 tahun.


Ditambah lagi oleh, F Laki laki umur 8 tahun, AA Perempuan umur 11 tahun, M Perempuan umur 33 tahun, AA Perempuan umur 11 tahun, AM Laki laki umur 10 tahun, F laki laki umur 10 tahun, T Perempuan umur 11 tahun dan Ijo Laki laki 11 tahun.


"Termasuk Inaq Sopian Perempuan umur 4O tahun (Penjual gorengan), juga ikut keracunan," jelasnya.


Kapolsek menjelaskan bahwa jumlah yang sedang diinfus  sebanyak 22 orang dengan gejala muntah, mual dan pusing sedangkan yang masih menjalani observasi sebanyak 13 orang  dengan gejala mual, muntah dan pusing.


Pihak kepolisian telah mengamankan bahan- bahan pembuatan tempe Goreng berupa Minyak bekas gorengan tempe, sisa minyak goreng kemasan merk Batik, sisa tempe goreng, sisa tepung, sisa tepung Rose Brand, sisa adonan tempe Goreng, sambal saos, Muntahan korban keracunan makanan.


Menindaklanjuti hal ini, Kapolsek menyampaikan tindakan yang diambil pihak kepolisian terkait permasalahan tersebut adalah dengan mengecek korban keracunan makanan ke PKM Mangkung.


Sambungnya, tidak hanya itu petugas pun lalu melakukan interogasi terhadap korban keracunan dan melakukan pengecekan identitas korban keracunan serta berkoordinasi dengan Kadus Rembitan untuk mendatangi TKP.


"Petugas juga melakukan olah TKP Keracunan dengan mengamankan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng yang dijual dari Dapur penjual Maini Alias Inaq Sopian, berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Mangkung.


Petugas memeriksa dapur tempat Inaq Penjual Tempe (Foto: ist/tim)


Usai diperiksa, petugas menyerahkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng saos sambal termasuk muntahan korban keracunan untuk dilakukan uji Lab ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah.


"Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan tersebut serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan tersebut," beber Kapolsek.


Pada saat ini korban keracunan makanan sebanyak 22 orang sedang dirawat intensif dan diinfus di PKM Mangkung untuk selanjutnya dilakukan observasi kesembuhannya.


"Alhamdulillah semua korban cepat ditangani oleh pihak Medis dan secara umum kondisi korban sampai saat ini sudah membaik," tutup Kapolsek. (Ma)

SepekanMore