Info SehatRenovasiRSUD DompuRumah Sakit

Masa Transisi Direktur Baru, RSUD Dompu Berbenah

Thursday, November 25, 2021, November 25, 2021 WAT
Last Updated 2021-11-25T08:40:21Z
Potret RSUD Dompu, Tampak dari Depan
(Foto: Ist)



Dompu, Dompu Siar - Tanpa menafikan kemegahan bangunan gedung yang menjulang tinggi, hingga fasilitas yang ada di dalamnya saat ini. Namun, seiring meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan akan pelayanan kesehatan semakin meningkat. 


Rumah Sakit Umum (RSUD) Kabupaten Dompu yang didirikan tahun 1954 itu, dari tahun ke tahun pada setiap pergantian kepemimpinan, terus melakukan perbaikan. Mulai dari infrastruktur, sarana, terlebih kapasitas ruangan. 


Kini, di tahun 2021. Pada awal masa transisi kepemimpinan Direktur baru dr. H. Dias Indarko, MPPM. RSUD Kabupaten Dompu, tampak mulai dilakukan pemugaran. Pembenahan-pembenahan itu meliputi, perbaikan atap ruangan Rumah Sakit (RS) yang rusak. Perbaikan palang air, hingga Wc umum.


Upaya lain dalam menjamin kenyamanan pasien berupa, perbaikan ruangan VIP, zal keperawatan, hingga rabat beberapa titik jalan yang rusak pada area RS.


Penataan berlanjut hingga ke areal luar gedung. Bangunan gapura sedang dalam proses peremajaan. Renovasi ditargetkan selesai desember ini. 


Meski demikian, diakui. Beberapa pekerjaan yang sedang, dan sudah dilakukan manajemen RS yang baru, dirasa belum maksimal hasilnya.


"Di awal masa transisi ini, kami belum bisa mengerjakan secara maksimal. Tapi ini tantangan bagi rumah sakit untuk melakukan pembenahan dengan segala sumber daya yang ada," kata Humas RSUD, Muhamad Iradat S.Gz pada media ini diruang kerja, Senin (22/11/21). 


Tak berhenti sampai disitu, ikhtiar pembangunan sarana penunjang, serta fasilitas pendukung yang kurang terus digalakkan. 


Diantara yang ingin digenjot pembangunannya, berupa tambahan ruangan isolasi pasien covid. Diharapkan dengan adanya ruangan itu, maka over kapasitas pasien tidak lagi terjadi. Pengadaan fasilitas lain yang proses pengurusan izinnya sedang berjalan seperti, Unit Transfusi Darah (UTD) dan ruangan hemodialisa. 


"Insha Allah, nanti kalau ruangan itu sudah dibangun, pasien-pasien gagal ginjal kronis tidak perlu lagi dirujuk ke RSUD Provinsi Mataram," ungkap pria yang akrab disapa Dae Redo. 


Bak gayung bersambung, keinginan manajemen RSUD Dompu itupun di iyakan dan direspon baik oleh pemerintah pusat dan provinsi.  


"Alhamdulillah, berdasarkan hasil zoom meeting kami dengan pemerintah pusat dan provinsi. Disepakati, pada tahun 2022 pembangunan itu akan segera digenjot," terang Dae Redo.


Kasubbag Humas RSUD Dompu,
Muhammad Iradat, S.S.Gz (Foto: Doc/Ist)


Tak berhenti sampai disitu. Sesuai visi awal berdirinya RSUD, yaitu, menciptakan Pelayanan kesehatan yang prima dan profesional. Selaras dengan cita-cita itu, dalam mewujudkan Nakes yang handal. Beberapa waktu lalu pihak RS mengutus beberapa keterwakilan Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk mengikuti kuliah tambah jurusan. 


Para Nakes yang lain pun demikian, diharuskan untuk meng-upgrade skill  (pengetahuan) dengan cara mengikuti lokakarya (Workshop). 


Sementara dalam menjamin kepuasan pasien terhadap pelayanan yang baik. Manajemen RS secara berkala melakukan monitoring ke semua Nakes pada tiap ruangan.


"Setiap hari kami melakukan visitasi (mengunjungi). Baik itu pasien di tiap ruangan, maupun tampilan kerja Nakes saat memberikan tindakan medis. Apakah sesuai atau tidak dengan SOP (Standar Operasional Prosedur)," ungkap Humas. (Hd)

SepekanMore