BudayaBunda PaudDikpora DompuPakaian Adat DompuTradisional Dompu

Dikpora Dompu Imbau Satuan PAUD Terapkan Pakaian Adat Setiap Hari Kamis

Wednesday, December 1, 2021, December 01, 2021 WAT
Last Updated 2021-12-01T14:03:17Z
Potret Anak-anak PAUD Bhayangkari dengan Pakaian Adat saat Bersama Bunda PAUD Kabupaten Dompu, Lilis Suryani Kader Jaelani, di Acara Gebyar Gerakan Indonesia Membaca.



Dompu, Dompu Siar - Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, melalui Bidang Paud dan Dikmas, memberikan himbauan bagi Satuan PAUD yang ada di Kabupaten Dompu, untuk mengenalkan Budaya Lokal Daerah Dompu pada para peserta didik.


Salah satu bentuk budaya lokal yang dapat diimplementasikan oleh satuan PAUD tersebut yakni dengan mengenakan Pakaian Adat Dompu setiap Hari Kamis.


Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd., melalui Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Muhamad Sadik, S.Pd, menyampaikan bahwa himbauan tersebut berlaku mulai tanggal 9 Desember 2021 mendatang.


"Himbauan ini dalam bentuk surat dan sudah diedarkan ke masing-masing satuan terkait," ungkap Sadik.


Sadik menjelaskan, saat ini anak-anak khususnya usia sekolah banyak yang belum paham tentang nilai-nilai budaya kearifan lokal, bahkan adat istiadat leluhur Daerah Dompu.


Menurutnya, membiasakan anak dengan memakai pakaian adat daerah, merupakan salah satu upaya menjaga dan memelihara budaya lokal agar tidak punah.


"Jadi kalau sudah mulai memakai pakaian adat Dompu, anak-anak dapat mengenal dan mencintai karakter serta ciri khas daerahnya sendiri," kata Sadik pada awak media ini di ruang kerjanya, Rabu (1/12/2021)


Kata Sadik, sesungguhnya tidak hanya artikulasi budaya, kearifan lokal juga perlu untuk ditanam dan diperkenalkan pada anak usia dini.


Kabid Paud dan Dikmas Dikpora Dompu
Muhamad Sadik, S.Pd


"Anak-anak saat ini banyak yang tidak tahu kuliner khas, apa itu makanan khas Daerah Dompu," tutur Sadik.


Di samping kulinernya, sambung Sadik, tradisi permainan lokal seperti, permainan Gopa, Kaleli, Bente dan masih banyak lagi, sudah mulai ditinggalkan.


"Belum lagi Anak-anak hari ini, lebih memilih permainan gadget, game mobile, ketimbang memilih permainan tradisional," jelas Sadik.


Padahal, imbuhnya, jika disadari permainan lokal itu sarat 6 (enam) aspek perkembangan anak seperti fisik motorik, kognitif, sosio emosional, bahasa, seni, moral bahkan aspek keagamaan.


Sadik menambahkan, satuan PAUD juga perlu membangun kerja sama dengan orang tua murid agar ikut mensupport pakaian adat untuk anak-anak mereka.


"Sejauh ini, pakaian adat hanya dapat kita saksikan di acara-acara tertentu, saat khitanan, pawai saja," tandas Sadik.


Oleh karena itu, Sadik berharap, Satuan PAUD serius memperhatikan himbauan ini, mengingat arus globalisasi kian masif mempengaruhi degradasi moral anak bangsa khususnya yang ada di Kabupaten Dompu saat ini. 


"Dengan harapan seluruh peserta didik, mengenal Budaya Lokal sejak dini minimal berupa Pakaian Adat Dompu," pungkasnya. (Hd)

SepekanMore