FacebookGoogleInfo TeknoInternasionalNasional

Facebook Gandeng Google Hubungkan Indonesia dan Amerika dengan Dua Kabel Bawah Laut

Thursday, April 1, 2021, April 01, 2021 WAT
Last Updated 2021-04-01T09:14:53Z
Facebook Gandeng Google Hubungkan Indonesia dan Amerika dengan Dua Kabel Bawah Laut


Singapura, Dompu Siar - Facebook sebagaimana dikutip Harian Reuters, mengatakan bahwa pihaknya telah merencanakan akan memasang dua kabel bawah laut baru.

Kabel tersebut akan bertujuan untuk menghubungkan Singapura, Indonesia dan Amerika Utara dalam sebuah proyek dengan Google dan salah satu perusahaan telekomunikasi regional untuk meningkatkan koneksi internet kapasitas antar daerah, Kamis (1/4/2021).

"Namanya Echo dan Bifrost. Itu akan menjadi dua kabel pertama melalui rute baru yang melintasi Laut Jawa," tulis laman Reuters.

Dua perusahaan raksasa media tersebut, lanjutnya, akan meningkatkan kapasitas bawah laut secara keseluruhan, di trans-pasifik sekitar 70%.

Hal itu diungkap oleh Wakil Presiden Jaringan Facebook Investasi, Kevin Salvadori, sebagaimana disampaikannya kepada Reuters.

Namun, Kevin enggan untuk memberikan rincian besaran investasinya.

Akan tetapi Kevin mengatakan, "investasi yang sangat besar bagi kami di Asia Tenggara," terangnya.

Lagipula, kabel-kabel itu, menurut otoritas kedua perusahaan, akan menjadi yang pertama langsung menghubungkan Amerika Utara ke beberapa bagian utama Indonesia.

"dan akan meningkatkan konektivitas pusat dan provinsi timur dengan populasi terpadat keempat di dunia negara," tandasnya.

 Kata Kevin, untuk jenis "Echo" sedang dibangun dalam kemitraan dengan Google Alphabet dan telekomunikasi Indonesia 'perusahaan XL Axiata dan harus selesai pada tahun 2023.

"Sedangkan, Bifrost, yang dilakukan dalam kemitraan dengan Telin, anak perusahaan Telkomsel Indonesia, dan Singapura konglomerat Keppel akan selesai pada tahun 2024," lanjutnya. 

Kedua kabel, tentu saja membutuhkan persetujuan atau aturan kesepakatan, "ikuti investasi sebelumnya oleh Facebook untuk membangun konektivitas di Indonesia, salah satu dari lima pasar teratasnya secara global," ujar Kevin.

Sementara sekitar 73% dari 270 juta penduduk Indonesia sedang online, papar Kevin, mayoritas mengakses web melalui data seluler, dengan lebih sedikit dari 10 persen menggunakan koneksi broadband.

"menurut untuk survei tahun 2020 oleh Penyedia Internet Indonesia Asosiasi. Petak-petak negara, tetap tanpa akses internet," beber Kevin.

Pihak Facebook juga mengatakan tahun lalu akan menyebarkan 3.000 km (1.8641 miles) serat di Indonesia di dua puluh kota selain kesepakatan sebelumnya untuk mengembangkan hotspot Wi-Fi publik.

"Selain kabel Asia Tenggara, Facebook juga melanjutkan rencana bawah lautnya yang lebih luas di Asia dan secara global, termasuk dengan Pacific Light Cable Network (PLCN)," ujarnya Kevin.

Pihak Facebook mengaku, bekerja dengan mitra dan regulator untuk memenuhi semua kekhawatiran yang dimiliki orang, "dan kami menantikannya kabel menjadi kabel transpacific yang berharga dan produktif ke depan dalam waktu dekat, "tambah Kevin.

Lebih lanjut, Kevin menambahkan, PLCN 12.800 km, yang didanai oleh Facebook dan Alphabet, telah menemui penolakan pemerintah AS atas rencana untuk saluran Hong Kong.  

"Ini pada awalnya dimaksudkan untuk menghubungkan Amerika Serikat, Taiwan, Hong Kong dan Filipina," tuturnya.

Facebook mengatakan awal bulan ini akan menghentikan upaya hubungkan kabel antara California dan Hong Kong.

Hal itu, menurutnya, "dikarenakan menjadi kekhawatiran berkelanjutan dari pemerintah AS tentang langsung hubungan komunikasi antara Amerika Serikat dan Hong Kong," pungkas Kevin. (Ma/Fanny Potkin/Reuters)

SepekanMore